Kamis, 05 Juli 2007
Tiga prinsip dasar yang pokok dalam Islam yaitu:
1. PENGENALAN SEORANG HAMBA TERHADAP RABBNYA.
Prinsip dasar yang harus diketahui oleh seorang muslim bahwa Allah lah yang berhak disembah. Bila ditanyakan kepada orang kafir, siapa yang memberi rezki dan segala nikmati, maka mereka menjawab: Allah. Seorang muslim tidak cukup hanya mengetahui bahwa Allahlah yang memberi rezki tetapi ia harus pula meyakini bahwa Allah satu-satunya yang berhak disembah, diibadahi dan sembahan-sembahan selain Allah adalah bathil.
Orang kafir meyakini Allah dari segi RububiyahNya tapi keliru dalam meyakini Uluhiyah Allah.
2. PENGENALAN SEORANG HAMBA TERHADAP RASULULLAH %.
Kita meyakini bahwa Allah memilih Muhammad  sebagai rasul-Nya. Allah berfirman: "Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi hidayah kepada siapa yang dikehendakiNya."Dan Allah memilih nabi-nabi dan rasul-rasul sebelumnya; Adam', Nuh', dan nabi-nabi sesudahnya hingga dipilihlah Muhammad bin Abdillah al-Quraisy sebagai rasul akhir umat ini. Allah memberi kekhususan baginya dari nabi-nabi sebelum beliau diantaranya:
- Risalahnya mencakup seluruh ummat.
- Risalahnya adalah penutup risalah nabi-nabi sebelumnya.
Maka Rasulullah% itu merupakan Rahmatan lil Alamin, rahmat Allah kepada seluruh alam. Allah mengabarkan dalam Al Qur'an bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada Rasulullah % termasuk orang yang merugi dan termasuk orang-orang yang sesat bahkan jauh dari rahmat Allah. Allah! berfirman: "Tidaklah Aku mengutusmu wahai Muhammad melainkan sebagai rahmatan lil 'alamin". Bahkan Rasulullah% bersabda: "Saya tidaklah diutus melainkan sebagai rahman lil 'alamin yang kemudian mendapat petunjuk dari Allah"
Oleh karena itu, setiap muslim harus meyakini prinsip ini bahwa Nabi Muhammad% adalah penutup para nabi dan bahkan wajib bagi kita untuk menyampaikan kepada saudara-saudara yang lain dan seluruh manusia bahwa kita harus yakin Islam sebagai agama kita, Allah Rabb kita dan Muhammad% adalah nabi yang diutus oleh Allah dan penutup para nabi. Orang yang tidak meyakini hal ini termasuk orang-orang yang merugi pada hari kiamat dan termasuk orang-orang yang menyesal pada hari kiamat nanti.
Rasulullah % bersabda: "Demi Allah yang jiwaku berada ditanganNya, tidaklah seseorang itu baik Yahudi maupun Nasrani mendengarkan tentang kedatanganku atau aku diutus oleh Allah dan mendengarkan risalahku lalu ia tidak beriman kepadaku dan kepada apa yang aku bawa melainkan dia termasuk diantara penduduk neraka."
Ini adalah penyampaian yang jelas dari Nabi % dan mewajibkan kita untuk beriman kepada beliau dan meyakini bahwa beliau adalah penutup para nabi dan rasul.
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk merealisasikan keimanan kita kepada Rasulullah%, yaitu:
a. Membenarkan segala sesuatu yang diberitakan/diinformasikan oleh Rasulullah% dan meyakini bahwa Rasulullah% adalah orang yang jujur dan benar dalam segala sesuatu yang beliau sampaikan. Beliau sama sekali tidak pernah berdusta dan tidak pernah ingin berdusta. Semua yang disampaikannya benar.
Allah! berfirman dalam QS. An Najm: 1-5: "Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad%) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril') yang sangat kuat." Oleh karena itu, wajib menjadi syi'ar/prinsip bagi kita untuk membenarkan semua yang Rasulullah sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Bakar & jika Rasulullah % menyebutkan sesuatu maka ia menjawab: shadaqta (engkau benar/jujur).
Ketika terjadi peristiwa Isra' Mi'raj dimana Allah meng-Isra'-kan Rasulullah % dari Makkah ke Baitul Maqdis dan me-Mi'raj-kan beliau dari Baitul Maqdis ke langit ke tujuh, beliau kembali kepada kaumnya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Mereka kemudian datang kepada Abu Bakar & dan mengatakan: "Apakah engkau telah mendengarkan apa yang diceritakan oleh Muhammad%?" Abu Bakar & bertanya: "apa yang diceritakan oleh Muhammad%?" Mereka menceritakan apa yang disampaikan Rasulullah dan yang disaksikannya tatkala beliau di-mi'raj-kan ke langit. Abu Bakar berkata: "Kalau memang benar Rasulullah mengatakan seperti apa yang kalian sampaikan tadi maka saya mengatakan shadaqhu (dia benar)." perjalanan pulang balik antara Makkah (Baitul Haram) dan Baitul Maqdis pada saat itu membutuhkan waktu dua bulan, sehingga penduduk Makkah mengingkari apa yang diberitakan Rasulullah, sedang Abu Bakar & membenarkannya. Karena sikapnya itu Abu Bakar & digelari Ash-Shiddiq. Itulah yang seharusnya menjadi prinsip seorang muslim yang senantiasa membenarkan Rasulullah dan apa yang disampaikannya maka ia tidak termasuk orang yang beriman.
b. Mentaati Rasulullah % dalam segala sesuatu yang beliau perintahkan.
Di antara kesempurnaan keimanan kita kepada Rasulullah % adalah mentaati apa-apa yang beliau perintahkan karena Rasulullah % di utus dengan membawa perintah-perintah yang wajib kita taati. Pada ayat-ayat Al-Qur'an, ketika Allah memerintahkan kita untuk mentaati-Nya, Allah pun menggandengkan dengan perintah taat kepada Rasul-Nya. Seperti pada ayat yang berbunyi: "dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang berpaling maka sungguh mereka termasuk orang-orang kafir". Dalam ayat lain Allah ! berfirman: "Barang siapa yang mentaati Rasulullah maka sungguh telah mentaati Allah." Allah juga berfirman: "Tidaklah Aku mengutus seorang Rasul pun melainkan agar mereka mentaati rasul dengan izin Allah." Huruf lam pada kalimat لِيُطَاع بِإِذْنِ اللهِ adalah lamutta'lil (menjadi sebab/alasan diutusnya rasul-rasul tersebut).
Kita mentaati dan menjadikan Rasulullah sebagai qudwah/suri teladan dalam segala aktifitas, gerak-gerik, perbuatan dan akhlak kita, ketika tidur, makan, minum, bergaul dengan keluarga dan aktifitas yang lain. Ini merupakan ciri/tanda yang membenarkan kecintaan kita kepada Rasulullah. Allah ! berfirman: "Demi Tuhanmu mereka sama sekali tidak beriman sampai menjadikan engkau sebagai hakim dari segala perkara mereka."
c. Menjauhi segala yang dilarang oleh Rasulullah%.
Kita juga menjadikan Rasulullah sebagai qudwah/teladan kita tatkala beliau melarang kita. Kita harus merealisasikan apa-apa yang beliau perintahkan untuk ditinggalkan. Misalnya ketika kita diperintahkan untuk meninggalkan 7 al-mubiqaat (hal-hal yang mencelakakan), termasuk riba, syirik, durhaka terhadap orang tua maka kita harus meninggalkannya karena ini adalah larangan Rasulullah.
d. Tidak menyembah Allah! melainkan berdasarkan petunjuk Rasulullah%.
Kita tidak beribadah kepada Allah sesuai dengan kehendak kita, semau kita, tapi haruslah berdasarkan petunjuk Rasulullah dalam beribadah. Tidak boleh berbuat bid'ah dalam ibadah, aqidah, I'tiqad, dan urusan-urusan muamalat sebab syari'at yang diturunkan oleh Allah ! sudah sempurna, kamil dan tidak perlu ditambah. Allah ! berfirman: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan nikmat-Ku kepada kalian dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama buatmu." Sesuatu yang sudah sempurna tidak perlu ditambah-tambah dengan membuat bid'ah di dalamnya. Rasulullah % bersabda: "Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak pernah aku perintahkan, maka amalan tersebut tertolak." Amalan bid'ah tersebut bukan saja tidak diterima bahkan mendatangkan dosa di sisi Allah !.

3. PENGENALAN SEORANG HAMBA TERHADAP DIENNYA.
Wajib bagi setiap muslim untuk mengetahui dan meyakini bahwa diennya adalah al-Islam. Al-Islam adalah al-istislam artinya penyerahan diri secara mutlak, sebulat-bulatnya kepada Allah; yang bermakna al-khudhuu' artinya ketundukan dan kepatuhan yang sepenuhnya kepada Allah. Maka barang siapa yang tunduk dan patuh hanya semata-mata kepada Allah maka sungguh orang tersebut telah ber-Islam dengan baik. Sebaliknya, siapa yang menyerahkan ketundukannya kepada selain Allah maka ia telah sesat sesesat-sesatnya dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi. Allah! berfirman: "Barang siapa yang mencari dan meridhai selain Islam ini sebagai diennya, maka Allah tidak akan menerima daripadanya dan pada hari kiamat termasuk orang-orang yang merugi." Allah tidak menerima selain agama Islam. Allah tidak menerima agama Yahudi, Nashrani dan agama-agama lain. Allah berfirman:" Dien yang diridhai Allah hanyalah Islam". Dari kedua ayat di atas jelas bahwa Allah hanya meridhai agama Islam dan tidak meridhai dan menerima selainnya.
Kita harus mengetahui dan meyakini pula bahwa agama dari para nabi sebelum Rasulullah adalah sama yaitu Islam. Yang membedakan hanyalah dari segi syari'at dan amalan-amalannya. Syari'at yang dibawa oleh nabi Musa', Ibrahim', Isa' dan nabi-nabi lainnya berbeda-beda tapi inti/pokok agama tersebut adalah Islam.
Allah menceritakan di dalam al-Qur'an: "Ber-Islam-lah wahai Ibrahim. Maka Ibrahim' menyatakan أَسْلَمْتُ لِرَبِّ العَالَمِيْن ". Allah menceritakan pula kisah Ratu Balqis pada surah Saba': "aku kemudian menyerahkan diriku bersama Sulaiman kepada Rabbul Alamin."
Dari hal ini, menurut Syaikhul Islam), Islam adalah dien yang semua nabi sebelum nabi Muhammad% masuk pada esensi menyerahkan diri mereka sepenuhnya kepada Allah. Hanya persoalan syari'at dan amaliah yang berbeda satu sama lain.
Allah berfirman: "Setiap nabi diantara kalian diberi manhaj dalam melakukan peribadatan." Rasulullah % bersabda: "Kami semua para nabi ibaratnya adalah orang yang bersaudara yang bapaknya satu tapi ibunya berbeda."
Siapa pun yang masuk ke dalam Islam harus mengakui dan menjadikan agama Islam sebagai agama yang haq dan Allah tidak akan menerima agama selainnya, tidak menerima ajaran Yahudi dan Nashrani sebab Rasulullah sudah menyampaikan ajaran mereka.
Kaum muslimin mengimami seluruh nabi dan rasul Allah sedang Yahudi hanya beriman kepada Musa' dan Isa' tapi mengingkari Muhammad%. Allah berfirman: "Tidaklah Ibrahim itu seorang Yahudi dan tidak pula seorang Nashrani tetapi Ibrahim adalah muslim dan ia tidak termasuk orang-orang musyrik." Oleh karena itu, kaum muslimin lah yang paling berhak mencintai Nabiullah Ibrahim' dan nabi-nabi yang lain meskipun orang Yahudi dan Nashrani mengaku sebagai pengikut nabi-nabi tersebut.
Ketika Rasulullah berhijrah dari Makkah ke Madinah dan bertemu dengan orang Yahudi yang sedang berpuasa asyura, Rasulullah menanyakan untuk apa mereka berpuasa. Mereka mengatakan bahwa pada hari Asyura Musa' bersama orang-orang yang mengikuti beliau diselamatkan Allah. Maka untuk menghormati hari itu kami berpuasa. Rasulullah kemudian bersabda: "Kamilah yang paling berhak mencintai Musa'." Lalu beliau menyuruh sahabat berpuasa padahal Musa' hidup 2000 tahun sebelum Rasulullah.
Kita lah yang paling berhak mencintai Isa' dari pada orang Nasrani sebab mereka menjadikan Isa asa sebagai sembahan selain Allah sedangkan kita meyakini Isa' adalah hamba yang diciptakan Allah! melalui kalimat-Nya 'kun' dan meyakini kalimat yang disampaikan malaikat Jibril' pada Maryam adalah dari Allah. Rasulullah% bersabda: "Saya adalah orang yang paling berhak mencintai Isa Ibnu Maryam. Tidak ada perantaraan nabi antara diriku dengan Isa'."Barang siapa yang tidak ber-Islam maka telah mengingkari nabi-nabi sebelum Rasulullah bahkan mengingkari seluruh risalah yang diturunkan oleh Allah.

0 komentar:

About Me

Foto Saya
AHMAD ALKANDARY
Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Mencari

Memuat...

Daftar Blog Saya


silahkan klik untuk mendengarkan murattal

mau baca qur'an? silahkan klik

yang lagi on now

harga blogku

blog ini berharga$3,947.84betulkah?

Internal Value defaultContent

history tamu agungku

by abu fathur. Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Arsipku

mencari

Real-time Earth and Moon phase